
LAUNCHING BUKU “PANTUN BIDAR UNGGUL” DAN SOSIALISASIKAN FESTIVAL PANTUN KELAKAR BETOK PALEMBANG 2026 DIGELAR DI UNIVERSITAS BINA DARMA
Palembang – Komitmen dalam pelestarian sastra dan budaya daerah melalui kegiatan Launching Buku “Pantun Bidar Unggul” sekaligus Sosialisasi Festival Pantun Kelakar Betok Palembang 2026, yang digelar di lingkungan Universitas Bina Darma, Kamis (9/1/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Rektor Universitas Bina Darma Prof. Dr. Edi Surya Negara, M.Kom., Ketua Yayasan Harian Bina Darma Palembang Dr. Bakti Setyadi, S.E., M.M., Ak., CA., CPA., CSRS, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang Drs. Kiagus Sulaiman Amin, Dewan Kesenian Kota Palembang, pengurus HISKI, akademisi, guru, mahasiswa, pelajar SMA, serta para pegiat sastra dan budaya.

Buku “Pantun Bidar Unggul” merupakan karya yang mendokumentasikan pantun sebagai sastra lisan khas Palembang, sekaligus menjadi simbol semangat Universitas Bina Darma dalam menjaga identitas budaya lokal. Kata BIDAR dimaknai sebagai akronim Bina Darma Berjuang Menjadi Unggul, yang merepresentasikan perjalanan, daya juang, dan visi keunggulan institusi pendidikan. Buku Pantun ini di tulis oleh Dr. Ferry Kurniawan, M.Pd., yang juga merupakan penyelenggara Festival Pantun kelakar Betok Palembang. Ferry menyampaikan tujuan dari kegiatan Festival Pantun Kelakar Betok Palembang adalah sebagai salah satu upaya melestarian kebudayaan kota Palembang, Budaya pantun Palembang harus terus di kembangkan sebagai salah satu icon budaya asli kota Palembang. Kegiatan Festival pantun ini bukan hanya berupa lomba Pantun saja namun juga Upaya edukasi, menggali pengetahuan lebih mendalam tentang budaya pantun.

Plt. Rektor Universitas Bina Darma dalam sambutannya menyampaikan bahwa peluncuran buku ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari tanggung jawab akademik untuk merawat tradisi lisan agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang Drs. Kiagus Sulaiman Amin menyampaikan apresiasi atas inisiatif Universitas Bina Darma yang konsisten mengangkat budaya lokal ke ruang akademik dan publik. Ia menegaskan bahwa pantun dan kelakar betok merupakan kekayaan budaya Palembang yang harus diwariskan kepada generasi muda.

Rangkaian acara ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol peresmian kegiatan, serta penyerahan Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) buku Pantun Bidar Unggul, sebagai bentuk pengakuan resmi atas nilai intelektual dan budaya karya tersebut.
Selain launching buku, kegiatan ini juga menjadi momentum Sosialisasi Festival Pantun Kelakar Betok Palembang 2026, yang disampaikan oleh Dr. Ferry Kurniawan, M.Pd. selaku penulis buku sekaligus ketua penyelenggara festival. Festival ini dirancang sebagai ruang ekspresi, edukasi, dan regenerasi pelaku sastra lisan Palembang.

Festival Pantun Kelakar Betok Palembang 2026 akan diawali dengan rangkaian workshop rutin dua kali setiap bulan mulai Februari hingga Mei 2026, yang terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Puncak kegiatan direncanakan berupa perlombaan pantun di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) dengan total hadiah mencapai Rp20 juta.
Melalui kegiatan ini, Dr. Ferry Kurniawan, M.Pd selaku penyelenggara kegiatan sekaligus Penulis Buku Pantun berharap pantun dan kelakar betok tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga terus hidup sebagai bagian dari identitas budaya Palembang yang kreatif, edukatif, dan membanggakan.
“Kelakar Betok Palembang 2026: Pacak Nian!”




