
Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Kembali Perkenalkan Kerajinan Budaya Khas Palembang
Palembang – Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Bina Darma kembali melaksanakan kegiatan pengenalan budaya melalui kerajinan khas Palembang dalam rangkaian program akademik dan pengayaan mahasiswa. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia untuk menjaga, melestarikan, sekaligus mengenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda maupun masyarakat luas.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk mengenal lebih dekat berbagai kerajinan khas Palembang yang telah menjadi bagian penting dari identitas budaya Sumatera Selatan. Mulai dari seni membuat kerajinan membuat gandik dan tanjak khas Palembang yang sarat akan nilai sejarah dan filosofi, keterampilan.
Kegiatan ini mendapat perhatian khusus dari Kaprodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Dr. Hastari Mayrita, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa bahasa dan budaya adalah dua unsur yang tidak dapat dipisahkan. Menurutnya, mempelajari bahasa Indonesia tidak akan lengkap tanpa pemahaman akan budaya yang melatarbelakanginya.
“Melalui pengenalan kerajinan budaya khas Palembang, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman praktis, tetapi juga memahami nilai filosofi dan kearifan lokal yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, mereka belajar bahwa bahasa Indonesia hidup bersama budaya yang diwariskan turun-temurun,” ungkap Dr. Hastari.
Lebih lanjut, Dr. Hastari menjelaskan bahwa kegiatan ini juga merupakan bentuk nyata dari komitmen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia untuk menjadikan Universitas Bina Darma sebagai pusat pengembangan pendidikan, bahasa, dan budaya. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi lulusan yang menguasai ilmu kebahasaan, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian budaya lokal.
Kegiatan pengenalan kerajinan budaya khas Palembang ini berlangsung dalam suasana yang penuh semangat dan kebersamaan. Para mahasiswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari pemaparan materi hingga praktik langsung. Mereka tidak hanya belajar membuat kerajinan sederhana, tetapi juga berdiskusi mengenai makna budaya di balik setiap karya yang dihasilkan.
Selain memberikan pengalaman praktis, kegiatan ini juga mendorong terciptanya ruang dialog budaya di antara para mahasiswa. Mereka saling bertukar ide, berbagi pengalaman, serta menunjukkan kebanggaan terhadap budaya lokal. Tidak sedikit mahasiswa yang kemudian mengunggah hasil karya maupun proses pembelajaran mereka ke media sosial, sehingga secara tidak langsung ikut mempromosikan kekayaan budaya Palembang ke khalayak yang lebih luas.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Bina Darma konsisten mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pengalaman budaya. Dengan cara ini, mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang kuat, tetapi juga jiwa nasionalisme yang tertanam melalui pemahaman dan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa.
“Kami berharap, melalui kegiatan ini, mahasiswa semakin bangga terhadap budaya Palembang sekaligus menjadikannya inspirasi untuk berkarya di masa depan. Budaya adalah kekayaan yang tak ternilai, dan tugas kita bersama untuk terus menjaganya,” pungkas Dr. Hastari.
Dengan semangat pelestarian dan pengenalan budaya, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Bina Darma menunjukkan perannya sebagai garda terdepan dalam memperkuat identitas bangsa sekaligus memperkenalkan kearifan lokal Palembang kepada generasi penerus.



