Universitas Bina Darma Gelar FGD SIKAP Warga, Dorong Integrasi Data dan Perlindungan Masyarakat dari Kabut Asap

Palembang – 13 Oktober 2026 Universitas Bina Darma menggelar Focus Group Discussion (FGD) dan diskusi prototype aplikasi SIKAP Warga Sistem Informasi Kabut Asap & Perlindungan Warga di Smart Class Universitas Bina Darma, Palembang. Kegiatan ini dibuka oleh Rektor Universitas Bina Darma, Prof. Dr. Sunda Ariana, M.Pd., M.M., serta dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Ir. Muhammad Izman Herdiansyah, S.T., M.M., Ph.D., IPU., Dekan FST Ria Andryani, M.M., M.Kom., dosen, mahasiswa, dan para undangan. Prof. Dr. Ir. H. Achmad Syarifudin, M.Sc. dan Akhmad Khudri, M.Kom. sebagai narasumber. Kegiatan mengangkat tema “Penguatan Sistem Pemantauan dan Peringatan Dini Kabut Asap Berbasis Aplikasi melalui Integrasi Teknologi, Data, dan Kolaborasi Multipihak di Sumatera Selatan”. Masyarakat juga dapat mengakses dan mencoba prototype SIKAP Warga melalui laman resmi https://sikapwarga.elpeef.com/ untuk mengenal fitur pemantauan kualitas udara, informasi potensi karhutla, edukasi dan mitigasi, serta panduan perlindungan warga.

SIKAP Warga dikembangkan sebagai platform air intelligence dan sistem pendukung pengambilan keputusan yang mengintegrasikan berbagai sumber informasi, mulai dari data kualitas udara, titik panas (hotspot) berdasarkan pemantauan satelit, informasi meteorologi, hingga laporan masyarakat. Integrasi tersebut dirancang untuk membantu pengguna memahami kondisi lingkungan, mengenali potensi risiko, serta memperoleh informasi dan panduan perlindungan yang relevan.

Tidak hanya berfokus pada penyajian data, SIKAP Warga dirancang untuk menghubungkan informasi lingkungan dengan kebutuhan masyarakat dan pemangku kepentingan. Platform ini dilengkapi fitur edukasi dan mitigasi, panduan kesehatan, perlindungan siswa, pelaporan warga, serta asisten berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Dalam sesi diskusi, para peserta memberikan berbagai masukan dari aspek teknis, operasional, kesehatan masyarakat, pendidikan, hingga tata kelola data. Masukan tersebut menjadi bagian penting dalam mengevaluasi prototype agar pengembangannya selaras dengan kebutuhan lapangan dan prosedur yang berlaku di masing-masing instansi.

Dari aspek lingkungan, DLH menyoroti pentingnya integrasi informasi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), termasuk data dari stasiun pemantauan Bukit Kecil. Selain itu, pemanfaatan foto dengan fitur geotagging, penyediaan fitur umpan balik masyarakat, serta perhatian terhadap karakteristik wilayah gambut menjadi sejumlah aspek yang perlu dipertimbangkan dalam penyempurnaan platform.

BMKG menekankan pentingnya penggunaan sumber data yang tepat, ketelitian terminologi dalam membedakan kabut dan asap, serta relevansi informasi jarak pandang terhadap sektor transportasi, termasuk penerbangan. Masukan ini mempertegas perlunya penyajian dan interpretasi data berdasarkan konteks ilmiah serta sumber informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, BPBD menyoroti validitas laporan masyarakat sebagai aspek penting dalam mendukung pemetaan kondisi lapangan. Dinas Pemadam Kebakaran menekankan kebutuhan informasi yang relevan untuk mendukung respons darurat, sedangkan Dinas Kesehatan menggarisbawahi pentingnya informasi layanan kesehatan dan mekanisme rujukan yang tepat.

Dari sektor pendidikan, peserta mendorong pemanfaatan ISPU sebagai acuan dalam mendukung perlindungan siswa, pemisahan peran pengguna, serta pengembangan antarmuka yang lebih ramah bagi guru dan siswa. Polda turut memberikan masukan mengenai pentingnya membedakan kejadian kebakaran dengan aktivitas pembakaran, termasuk memahami karakteristik kebakaran di atas dan di bawah permukaan tanah.

Berbagai masukan tersebut memperkuat kebutuhan akan sistem informasi yang tidak hanya menampilkan data, tetapi juga menyertakan konteks, sumber, dan status validitas informasi secara jelas. Dengan demikian, platform diharapkan dapat menjadi sarana pendukung yang membantu masyarakat dan instansi terkait memahami situasi serta menentukan langkah yang sesuai dengan kewenangan masing-masing.

Dalam diskusi tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran menyampaikan ketertarikan terhadap peluang adopsi atau integrasi SIKAP Warga dengan sistem yang digunakan instansinya. DLH juga menilai platform ini berpotensi dikembangkan sebagai model percontohan yang dapat dipelajari dan direplikasi secara lebih luas. Peluang tersebut menjadi dasar untuk pembahasan teknis dan koordinasi kelembagaan lebih lanjut.

Melalui FGD ini, pengembangan SIKAP Warga diarahkan agar berjalan secara kolaboratif dengan melibatkan instansi yang memiliki kewenangan dan pengalaman langsung di bidang masing-masing. Pendekatan ini diharapkan dapat memastikan bahwa teknologi yang dikembangkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan kondisi di lapangan.

SIKAP Warga diposisikan sebagai sistem pendukung informasi dan pengambilan keputusan, bukan sebagai pengganti sistem pemantauan resmi, verifikasi lapangan, pelayanan kesehatan, maupun kewenangan operasional instansi terkait. Hasil diskusi selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan prioritas penyempurnaan, peluang uji coba, dan bentuk kolaborasi lanjutan bersama para pemangku kepentingan.

Sebagai bagian dari upaya memperluas akses informasi publik, masyarakat dapat mengunjungi dan mencoba prototype SIKAP Warga melalui laman resmi https://sikapwarga.elpeef.com/. Melalui platform ini, masyarakat dapat mengenal berbagai fitur pemantauan kualitas udara, informasi potensi karhutla, edukasi dan mitigasi, serta panduan perlindungan warga.

Partisipasi dan masukan pengguna diharapkan dapat mendukung proses evaluasi dan penyempurnaan platform agar semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Informasi yang tersedia tetap perlu dipahami berdasarkan sumber, waktu pembaruan, dan batasan masing-masing data serta tidak menggantikan arahan resmi dari instansi berwenang.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, Universitas Bina Darma berharap SIKAP Warga dapat berkontribusi dalam memperkuat kesiapsiagaan dan perlindungan masyarakat terhadap dampak kabut asap di Sumatera Selatan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

language