Visitasi Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) ke UBD

UBD terus melakukan perbaikan dan peningkatan untuk mahasiswa dan alumninya. Mulai dari memperbaiki sarana dan prasarana maupun kegiatan kemahasiswaan (https://www.facebook.com/bidartv.binadarma/photos?source_ref=pb_friends_tl).  Kemarin tanggal 19 s/d 21 Juni 2016, UBD divisitasi oleh asesor BAN-PT untuk melakukan re-akreditasi institusi. Re-akreditasi institusi ini bertujuan untuk memperbaiki status akreditasi universitas yang sebelumnya memperoleh nilai C. Walaupun nilai akreditasi tersebut C namun UBD merupakan akreditasi institusi pertama di Sumatera Selatan Tahun 2012 dari 12 universitas di Indonesia berdasarkan nomor 002/BAN-PT/Ak-III/Inst/II/2012.

Akreditasi institusi menilai 7 standar dari keberadaan Universitas, meliputi standar 1 tentang Visi dan Misi Universitas, standar 2 tentang Tata Pamong, standar 3 tentang Mahasiswa dan Lulusan, standar 4 yaitu sumber daya manusia (dosen dan karyawan), standar 5 tentang kurikulum, standar 6 tentang keuangan dan sarana prasarana serta system informasi, dan standar 7 tentang penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Ketujuh standar tersebut dilakukan link and match terhadap laporan yang dikumpulkan ke BAN-PT.

Dalam kesempatan ini, asesor BAN-PT untuk UBD terdiri dari 4 orang yaitu Prof. Bambang Rusdiarso, DEA (Universitas Gajah Mada Yogyakarta), Prof. Dr. Ir. Suparno, MSIE (Institut Teknologi Surabaya), Prof. Dr. Ir. Imas Siti Setiasih, SU (Universitas Padjajaran), dan Dr. Darwis Said, S.E., M.Ak. (Universitas Hasanuddin, Makasar).

borangaipt4Pada pertemuan ini, pertanyaan demi pertanyaan yang diutarakan asesor mampu dijawab oleh Tim Borang AIPT termasuk Rektor UBD yang hadir didalam ruangan. Dikatakan oleh Ketua Asesor Prof. Bambang Rusdiarso bahwa banyak hal positif yang telah dilakukan UBD dan beliau juga mengatakan UBD ke depan akan lebih baik lagi. Disamping itu juga Prof. Bambang menyampaikan saran perbaikan kepada Universitas Bina Darma yang harus dibenahi diantaranya perpustakaan walaupun hampir kebanyakan perguruan tinggi menyatakan kunjungan perpustakaan menjadi masalah oleh factor teknologi internet dimana pengunjung tidak perlu ke perpustakaan cukup dengan melakukan browsing melalui computer dan mobile phone. Saran kedua yaitu tersedianya lokasi yang nyaman di lantai 2 dimana tersedia instalasi listrik sehingga mahasiswa dapat melakukan akses yang lama dengan computer mereka. Saran ketiga kecepatan akses internet dikampus. Semua saran yang disampaikan oleh asesor langsung ditanggapi Rektor UBD dimana memang semua yang disarankan oleh asesor merupakan langkah berikutnya yang telah masuk dalam perencanaan. Dikatakan juga oleh Rektor Prof. Ir. H. Bochari Rachman bahwa UBD akan mendirikan Aula serbaguna dilokasi belakang dari kampus utama yang akan dipergunakan oleh banyak orang termasuk masyarakat sekeliling. Dalam pertemuan ini, Rektor mengucapkan banyak terima kasih kepada asesor BAN-PT terkhusus Borang AIPT.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *