
BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) PROVINSI SUMATERA SELATAN MEMBERIKAN KUOTA 150 MAHASISWA UBD MENJADI RELAWAN SENSUS EKONOMI 2026

Palembang — Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan Moh. Wahyu Yulianto, S.Si., S.ST., M.Si, Kepala BPS Kota Palembang Edi Subeno, SE,M.Si dan Tim melakukan kunjungan resmi ke Universitas Bina Darma dalam rangka memperkuat sinergi antara dunia statistik dan pendidikan tinggi. Kunjungan tersebut berlangsung pada Kamis, 16 April 2026, bertempat di Ruangan Prof. Hj. Zainuddin Ismail, Gedung Prof. Bochari Rachman 1 dan disambut langsung oleh Plt. Rektor Prof. Dr. Edi Surya Negara, M.Kom., Wakil Rektor Bidang Akademik,Kemahasiswaan dan Alumni, Dekan Fakultas Sosial Humaniora (FSH), Ketua Program Studi (Kaprodi) Akuntansi, Kaprodi Manajemen, serta Manajer Kerja Sama dan Urusan Internasional.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh diskusi konstruktif. BPS juga menyampaikan bahwa program Sensus Ekonomi akan dilaksanakan untuk menjangkau pelaku UMKM di seluruh wilayah Sumatera Selatan. Program ini membuka peluang bagi mahasiswa Universitas Bina Darma (UBD) untuk berpartisipasi sebagai relawan sensus. Melalui kerja sama antara BPS dan Universitas Bina Darma, mahasiswa UBD memiliki kesempatan untuk mengirimkan mahasiswa minimal semester 5 sebagai relawan Sensus Ekonomi. Pihak BPS Provinsi Sumatera Selatan juga memberikan kuota sebanyak 150 mahasiswa UBD untuk dapat berpartisipasi sebagai relawan dalam kegiatan Sensus Ekonomi tersebut.
Plt.Rektor Universitas Bina Darma menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menyambut baik peluang kerja sama yang ditawarkan. Ia menekankan bahwa integrasi antara teori di bangku kuliah dan praktik di lapangan merupakan kunci dalam mencetak lulusan yang siap kerja.
Dekan FSH turut menyampaikan bahwa Fakultasnya sangat terbuka terhadap kolaborasi dalam bidang riset sosial dan ekonomi berbasis data statistik. Hal senada juga disampaikan oleh Kaprodi Akuntansi dan Kaprodi Manajemen yang melihat peluang besar dalam pengembangan pembelajaran berbasis data nyata.
Manajer Kerja Sama dan Urusan Internasional menambahkan bahwa langkah selanjutnya akan difokuskan pada penyusunan nota kesepahaman (MoA) sebagai landasan formal kerja sama yang berkelanjutan antara kedua belah pihak.
Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi strategis yang tidak hanya memberikan manfaat bagi institusi, tetapi juga bagi mahasiswa dan masyarakat luas melalui pemanfaatan data yang lebih optimal dan akurat.



