AKHMAD KHUDRI, M.KOM. DOSEN UNIVERSITAS BINA DARMA MENJADI SPEAKER DAN MENTOR PADA USAII GLOBAL AI HACKATHON 2026
Palembang, Juni 2026 – Prestasi internasional kembali diukir oleh Dosen Universitas Bina Darma (UBD). Akhmad Khudri, M.Kom., dipercaya menjadi Speaker dan Mentor dalam ajang bergengsi USAII Global AI Hackathon 2026 yang akan berlangsung secara virtual pada 14–21 Juni 2026. Kegiatan berskala global ini mempertemukan ribuan peserta dari tingkat SMA, Sarjana, hingga Pascasarjana dari berbagai negara untuk menciptakan solusi nyata berbasis kecerdasan buatan.

Kehadiran Akhmad Khudri terbilang sangat istimewa karena beliau tercatat sebagai satu-satunya perwakilan dari Indonesia. Dalam ajang ini, ia bersanding dengan para profesional dan praktisi teknologi dunia dari institusi ternama seperti AWS, Google DeepMind, Meta, Apple, NVIDIA, Tesla, Microsoft, hingga universitas internasional lainnya.

Hackathon yang diinisiasi oleh United States Artificial Intelligence Institute (USAII) ini mengusung tema pengembangan solusi AI yang bertanggung jawab (Responsible AI) dan berdampak sosial. Kompetisi ini terbagi ke dalam tiga kategori utama:
- High School Track – AI for Everyday Good
- Undergraduate Track – AI for Life & Work
- Graduate Track – AI for Systems & Society
Sebagai mentor, Akhmad Khudri bertugas memberikan pendampingan kepada peserta dalam mengembangkan ide, merancang solusi, serta memastikan penerapan prinsip etika AI dalam setiap proyek sebelum dievaluasi pada fase utama (Hackathon Build).

Keterlibatan ini menjadi bukti nyata bahwa kompetensi dosen Universitas Bina Darma telah diakui di forum teknologi global.
“Perkembangan AI saat ini tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga pemahaman terhadap etika, dampak sosial, dan kebutuhan nyata masyarakat. Melalui kegiatan ini, kita dapat belajar sekaligus berkontribusi dalam membangun solusi yang bermanfaat bagi banyak orang,” ujar Akhmad Khudri.
Selain memperebutkan total hadiah sebesar US$15.000, para peserta juga berkesempatan mendapatkan sertifikasi AI internasional serta memperluas jaringan profesional global. Keberhasilan ini diharapkan mampu memotivasi sivitas akademika Indonesia untuk terus berinovasi di kancah internasional.