LPPM UBD Bina Pengrajin Songket/Blongket

LPPM UBD Bina Pengrajin Songket/Blongket

Sebanyak 60 pengrajin songket/broket mendapatkan pelatihan untuk inovasi usaha mereka. Karena tenun songket asal Palembang sudah cukup terkenal, dengan aneka motif yang cantik dengan selipan benang emas dan perak yang membentuk pola pada kainnya membuat yang melihat langsung terpesona, dan bila diproduksi dengan inovasi baru tentu akan menambah ketertarikan konsumen untuk membelinya. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Darma bekerjasama dengan Pemerintah Kota Palembang berupaya untuk meningkatkan taraf hidup para pengusaha songket di seputaran Simpang Sungki.

“Kita ingin merubah mereka untuk menjadi seorang pengusaha tenun songket yang sukses. Untuk itu mereka harus mendapatkan pelatihan agar usaha mereka penuh inovasi dengan beraneka motif, tidak hanya konvensional. Untuk proses pemasarannya, Universitas Bina Darma telah mendirikan Bina Darma Entrepreneurship Center (BDEC) yang merupakan pusat kewirausahaan,” tutur Rektor UBD Prof. Ir. H. Bochari Rachman, M.Sc.

Rektor menegaskan alasa pemerintah memilih Universitas Bina Darma (UBD) sebagai instansi pendamping untuk memberikan pelatihan, karena UBD telah bekerjasama dengan banyak negara di ASEAN Plus tiga (Tiongkok, Jepang, dan Korea). Jadi kemungkinan banyaknya mahasiswa asing yang kuliah di Universitas Bina Darma semakin besar. Dengan demikian kesempatan untuk mengenal produk tenun songket ke negara luar semakin mudah.

“Nantinya, mahasiswa asing yang kuliah di UBD dapat melakukan kegiatan magang untuk belajar dan mengenal langsung produk songket ditempat usaha mereka. Bahkan nantinya mahasiswa asing tersebut dapat menjadi agen pemasaran produk songket di negara mereka masing-masing. Karena itu, mereka harus membenahi tempat tinggal dan tempat produksi songket mereka untuk menambah daya tarik dan minat orang-orang untuk berkunjung ke lokasi produksi tenun songket mereka. Satu lagi nilai tambah dari Bina Darma, karena kita telah melakukan kerjasama dengan Depkumham Sumatera Selatan untuk pemberian paten dari hasil produksi mereka”.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *