MAGISTER PENDIDIKAN JASMANI UBD MENJADI TUAN RUMAH SINERGI GURU PJOK SUMATERA SELATAN: DARI FORUM MUSYAWARAH HINGGA AKSI PANJAT TEBING
Palembang – Suasana Aula Universitas Bina Darma, Palembang, tampak berbeda dari biasanya pada Kamis, 30 April 2026. Para guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dari berbagai daerah di Sumatera Selatan mulai berdatangan. Dengan penuh semangat dan kehangatan, mereka mengikuti rangkaian kegiatan Pertemuan MGMP PJOK Sumatera Selatan yang mengusung tema “Sinergi Guru Profesional dalam Meningkatkan Kompetensi Akademik dan Olahraga Prestasi”. Acara dibuka secara resmi dengan sambutan dari berbagai pihak, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan yang diwakili Kasi PTK SMA Bapak Muhammad Nurhappy, S.Ap., Kaprodi Magister Pendidikan Jasmani Universitas Bina Darma Dr. Aprizal Fikri, M.Pd. selaku tuan rumah, dan Ketua MGMP PJOK Sumatera Selatan terpilih Bapak Tri Oktavianto, S. Pd. dari SMA Negeri 16 Palembang.

Kegiatan ini memiliki tiga tujuan utama, yakni pemilihan Ketua MGMP PJOK Provinsi Sumatera Selatan, sosialisasi olahraga panjat tebing, serta sosialisasi Program Studi Pendidikan Jasmani jenjang S2. Ketiga agenda tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan organisasi sekaligus pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan. Pada Sosialisasi olahraga panjat tebing ini disampaikan langsung oleh Dr. Bayu Hardiyono, M.Pd. dan Adi Saputra, S.Pd., M.M.

Dalam sambutannya, perwakilan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Bapak Muhammad Nurhappy, S.Ap., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru PJOK. “Kami sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini sebagai wadah silaturahmi sekaligus penguatan kompetensi guru PJOK. Melalui forum MGMP ini, diharapkan para guru dapat terus berinovasi, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta mampu melahirkan siswa-siswa yang tidak hanya sehat secara jasmani, tetapi juga berprestasi di bidang olahraga,” ujarnya.

Sementara itu, Kaprodi Pendidikan Olahraga Universitas Bina Darma, Bapak Dr. Aprizal Fikri, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas guru PJOK melalui pendidikan lanjutan dan kolaborasi akademik. “Kami di Universitas Bina Darma sangat terbuka untuk menjadi mitra strategis bagi para guru PJOK, khususnya dalam pengembangan kompetensi melalui Program Studi Pendidikan Jasmani jenjang S2. Kami berharap para guru dapat terus meningkatkan kualifikasi akademik dan profesionalisme, sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan berkualitas di sekolah,” ungkapnya.Ia juga menekankan bahwa kegiatan seperti ini menjadi jembatan penting antara dunia pendidikan tinggi dan praktik di lapangan, sehingga terjadi kesinambungan antara teori dan implementasi.

Memasuki agenda inti, sidang pleno menjadi momen penting dalam menentukan arah organisasi ke depan. Dari sidang ini terpilihlah Tri Oktavianto, S. Pd. dari SMA Negeri 16 Palembang sebagai Ketua MGMP PJOK Sumatera Selatan. Memasuki sesi siang, suasana kegiatan kembali hidup dengan sosialisasi olahraga panjat tebing. Para peserta diperkenalkan pada berbagai nomor lomba seperti lead, boulder, dan speed, serta aspek keselamatan yang menjadi prioritas utama dalam penerapan di lingkungan sekolah. Tidak hanya mendengarkan materi, para guru juga berkesempatan mencoba langsung peralatan seperti harness dan carabiner, menjadikan sesi ini lebih interaktif dan berkesan.
Selain itu, peserta juga mendapatkan informasi mengenai Program Studi Pendidikan Jasmani jenjang S2. Sosialisasi ini membuka wawasan baru bagi para guru yang ingin melanjutkan studi dan meningkatkan kompetensi akademik, sejalan dengan tuntutan profesionalisme di dunia pendidikan. Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi yang berlangsung aktif, di mana para peserta saling bertukar pengalaman dan gagasan. Antusiasme yang tinggi menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga memperkuat jaringan dan kolaborasi antar guru.
Melalui kegiatan ini, MGMP PJOK Sumatera Selatan tidak hanya menjalankan fungsi organisasi, tetapi juga menjadi wadah pengembangan diri bagi para guru. Dari ruang musyawarah hingga praktik olahraga, semangat kebersamaan yang terbangun menjadi fondasi kuat untuk menciptakan pendidikan yang lebih berkualitas dan berprestasi di masa depan. (RA)